Yeaaaaay akhirnya nulis lagi setelah dua tahun vakum, semoga dengan gabung dikomunitas ini kedepannya akan konsisten nulis meski #1minggu1cerita 😄
*******************
Ada semerbak rindu yang ku hirup saat mendengarkanmu bercerita tentang kota kelahiranmu dan kelahirannya. Matamu berbinar sambil sesekali mengingat kejadian kecil yang mungkin sudah kau lupa. Dengan khidmat kau bercerita tentang hijaunya sawah di halaman rumah, sejuknya pagi di atas bukit sampai asyiknya menyeruput es dawet hitam di depan sekolahmu. Bibirku mengecap membayangkan ada segelas dawet hitam dihadapanku.
Kau terus bercerita, tentang awal pertemuanmu dengannya. Di alun alun kota, dibawah gemuruh petasan yang meledup ledup. Ia menyapamu dengan senyuman manisnya, kau balas sapaannya kemudian berlanjut ke pertemuan-pertemuan berikutnya. Beberapa kali dia mengajakmu bersepeda ontel mengelilingi kota kecil ini. Menghirup udara pagi atau sekedar menikmati senja di gedung tua dipinggir jalan.
Kau menarik nafas untuk menahan tangis kerinduan. Aku menggenggam tanganmu mencoba menguatkan. Hingga kau kembali bercerita tentang keseruan menangkap jangkrik di sawah, dan lelahnya menumbuk padi.
"Apa aku bisa mencobanya nanti saat aku berkunjung kesana?" tanyaku
"Tentu saja," jawabnya seraya tersenyum
Kau mengatakan bahwa gedung sekolah disamping rumah si mbah dulunya adalah hutan. Tempat kau dan adik-adikmu mencari kayu untuk memasak. Serta beberapa tempat yang kini sudah berubah menjadi tempat lain.
"Dulu warung disini bisa dihitung jari, bahkan sangat langka. Sekarang, supermarket sudah menjamur hampir disepanjang jalan," jelasmu yang baru lima bulan lalu kesana.
Mendengarmu bercerita membuatku tak sabar untuk berkunjung lagi kesana. Ke rempat dimana kau dan dia dibesarkan, bertemu dan akhirnya mengikat janji setia. Tempat dimana kenangan kenangan manis tercipta. Ya, kota ini! Kota kecil dengan berjuta cerita. Kota ini selalu berhasil membuatku rindu. Rindu menikmati segelas teh hangat ditemani geplak yang konon adalah salah satu makanan khas kota ini. Rindu berkunjung ke museum kereta api untuk berburu sunset. Rindu akan keindahan alamnya, keramahan penduduknya dan kelezatan makanannya.


