Mendung di matamu
Rerupa langit di februari
Hitam dan gelap
Rintik air matamu
Rerupa hujan yang di nanti tanah
Basah namun menyejukkan
Kilatan matamu
Rerupa petir yang menyambar
Seram dan mematikan
Jumat, 28 Februari 2014
Sabtu, 22 Februari 2014
Keputusan Akhir
Sekuat apapun kita menggenggamnya, jika Allah berkata lain genggaman itu pasti akan lepas. Begitu dengan aku dan kau. Sekuat apapun kita mencintai, namun jika Allah tak mentakdirkan kita bersatu, kita juga akan terpisah.
***
Malam minggu bagiku sama seperti malam-malam lainnya. Gak ada yang special. Gak ada yang menjemputku keluar rumah untuk sekedar melihat keindahan kota jakarta dimalam hari. Atau sekedar menemaniku nonton drama korea di rumah. Tidak punya pacar? hmm kata siapa? Kalau yang disebut pacar adalah temen cowok yang setia menemani kita kapan pun, menjemput kita saat kita pulang kerja, atau bahkan bersms dan bertelepon mesra. Itu tandanya aku punya. Yah, walaupun aku dan dia tidak menyandang status pacaran tapi hubungan kami sudah terasa dekat. Rakha. Itulah namanya. Nama yang tak pernah absen muncul di panggilan masuk ponselku. Nama yang selalu ku sebut saat aku bercerita dengan Tuhan. Sudah hampir dua tahun aku dan dia saling berbagi cerita meski lewat telepon genggam. Ya, hanya lewat telepon genggam. Rakha teman SMA ku itu sedang melanjutkan studinya di salah satu universitas negeri di Surabaya. Sedangkan aku, memilih untuk tetap melanjutkan studi di tempat kelahiranku jakarta. Sehingga kami harus menjalani hubungan jarak jauh atau bahasa kerennya LDR (Long Distance Realitonship). Meskipun kami hanya menjalin hubungan jarak jauh. Rakha selalu berusaha untuk selalu memperbaiki komunikasi diantara kita karena menurutnya komunikasu adalah kunci terpenting dalam sebuah hubungan. Setiap malam sebelum tidur dia selalu menyempatkan untuk bercerita. Ya, cerita apa saya yang bermanfaat pastinya. Aku selalu setia mendengarkan ceritanya, terkadang aku juga sering bercerita tentang kegiatan yang ku lakukan dari pagi sampai malam. Walaupun tak pernah terucap kata darinya "mau gak kamu jadi pacarku?" aku tak peduli. Aku akan tetap sayang sama dia begitupun sebaliknya.
Pada suatu malam di bulan juni. Dia kembali meneleponku. Dia mengutarakan niatnya kepadaku.
"Num, nanti kalau sekolahku sudah selesai. Aku ingin melamarmu." Aku tak bisa berkata apa-apa. Perkataannya malam itu membuat aku bahagia sekali. Ingin rasanya waktu ku putar cepat. Agar aku bisa cepat menjadi kekasih halalnya. Menjadi sesorang yang ada disampingnya saat ia membuka mata.
Hari terus berganti. Waktu berjalan terasa cepat. Tidak terasa kini aku sudah duduk di semester enam. Itu berarti setahun lagi studiku akan selesai begitu juga dengannya. Aku jadi semakin tak sabar menanti. Tapi, akhir-akhir ini aku merasa ada sesuatu yang berubah darinya. Ia jadi jarang menghubungiku. Biasanya ia selalu mengirimkan pesan setiap pagi namun, kini ia hanya menelponku saat malam tiba.
"Mungkin dia lagi sibuk." pikirku positif.
Seminggu lagi liburan semester akan dimulai. Aku berencana untuk mengunjunginya . Tanpa memberitahu dia sebelumnya karena aku ingin memberikan kejutan untuknya. Tapi, sehari sebelum keberangkatanku Ayah mengalami kecelakaan dan harus di rawat di rumah sakit. Alhasil aku membatalkan keberangkatanku ke surabaya.
Seminggu sudah Ayah di rawat. Kini, Ayah sudah diperbolehkan pulang. Aku senang sekali. Setibanya di rumah, Rakha menghubungiku. Dia menanyakan keadaan Ayah.
"Syukurlah aku ikut senang."ucapnya "Num," panggilnya pelan.
"iya"
"Aku di jodohin sama Pak kiyai." Jleb. Jantungku terasa berdetak lebih cepat. Mataku memanas. Hatiku sakit seperti tertusuk pisau. Bagaimana mungkin hubungan yang sudah aku jalani dengannya selama dua tahun walau tanpa ikatan pacaran harus berakhir begitu saja. Kenapa dia tak menerangkan kepada Kiyainya itu kalau ada aku disini yang menantinya. Ada aku disini yang telah diberi harapan olehnya. Kenapa semua ini terjadi? kenapa harus terjadi di saat-saat waktu penantian itu akan berakhir. Inikah balasan penantianku? Air mataku mengalir deras. Aku hanya diam mengabaikan penjelasannya. Pikiranku kacau. Dadaku terasa sesak.
"Num, maafkan aku. Aku gak bisa menolak permintaan Pak Kiyai," tuturnya. "Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, aku ingin kamu jadi istiriku tapi Allah telah memilihkan jalannya untukku." ujarnya terus "Aku yakin Tuhan punya sesuatu yang indah untukmu."
Ya Tuhan apakah ini keputusan akhirMu? Takdir yang kau tetapkan untukku? Rangkul aku Tuhan, bimbing jalanku. Aku yakin semua takdirMu baik untukku. Kuatkan aku Ya Rabb. Aku menangis mengadu kepada penulis skenario di kehidupanku. Setahun kemudian aku resmi lulus dari sekolahku dan resmi menyandang gelar Sarjana. Malam harinya, aku mendapatkan ucapan selamat dari Rakha melalui sms. Aku juga memberikan ucapan selamat kepadanya. Setelah kejadian waktu itu aku dan Rakha memutuskan untuk tetap bersahabat. Meskipun hatiku sakit namun aku mengerti bahwa apa yang kita inginkan tak selamanya akan terwujud. Jodoh, mati,rejeki semua sudah diatur dan telah tertulis dalam catatanNya.
***
Malam minggu bagiku sama seperti malam-malam lainnya. Gak ada yang special. Gak ada yang menjemputku keluar rumah untuk sekedar melihat keindahan kota jakarta dimalam hari. Atau sekedar menemaniku nonton drama korea di rumah. Tidak punya pacar? hmm kata siapa? Kalau yang disebut pacar adalah temen cowok yang setia menemani kita kapan pun, menjemput kita saat kita pulang kerja, atau bahkan bersms dan bertelepon mesra. Itu tandanya aku punya. Yah, walaupun aku dan dia tidak menyandang status pacaran tapi hubungan kami sudah terasa dekat. Rakha. Itulah namanya. Nama yang tak pernah absen muncul di panggilan masuk ponselku. Nama yang selalu ku sebut saat aku bercerita dengan Tuhan. Sudah hampir dua tahun aku dan dia saling berbagi cerita meski lewat telepon genggam. Ya, hanya lewat telepon genggam. Rakha teman SMA ku itu sedang melanjutkan studinya di salah satu universitas negeri di Surabaya. Sedangkan aku, memilih untuk tetap melanjutkan studi di tempat kelahiranku jakarta. Sehingga kami harus menjalani hubungan jarak jauh atau bahasa kerennya LDR (Long Distance Realitonship). Meskipun kami hanya menjalin hubungan jarak jauh. Rakha selalu berusaha untuk selalu memperbaiki komunikasi diantara kita karena menurutnya komunikasu adalah kunci terpenting dalam sebuah hubungan. Setiap malam sebelum tidur dia selalu menyempatkan untuk bercerita. Ya, cerita apa saya yang bermanfaat pastinya. Aku selalu setia mendengarkan ceritanya, terkadang aku juga sering bercerita tentang kegiatan yang ku lakukan dari pagi sampai malam. Walaupun tak pernah terucap kata darinya "mau gak kamu jadi pacarku?" aku tak peduli. Aku akan tetap sayang sama dia begitupun sebaliknya.
Pada suatu malam di bulan juni. Dia kembali meneleponku. Dia mengutarakan niatnya kepadaku.
"Num, nanti kalau sekolahku sudah selesai. Aku ingin melamarmu." Aku tak bisa berkata apa-apa. Perkataannya malam itu membuat aku bahagia sekali. Ingin rasanya waktu ku putar cepat. Agar aku bisa cepat menjadi kekasih halalnya. Menjadi sesorang yang ada disampingnya saat ia membuka mata.
Hari terus berganti. Waktu berjalan terasa cepat. Tidak terasa kini aku sudah duduk di semester enam. Itu berarti setahun lagi studiku akan selesai begitu juga dengannya. Aku jadi semakin tak sabar menanti. Tapi, akhir-akhir ini aku merasa ada sesuatu yang berubah darinya. Ia jadi jarang menghubungiku. Biasanya ia selalu mengirimkan pesan setiap pagi namun, kini ia hanya menelponku saat malam tiba.
"Mungkin dia lagi sibuk." pikirku positif.
Seminggu lagi liburan semester akan dimulai. Aku berencana untuk mengunjunginya . Tanpa memberitahu dia sebelumnya karena aku ingin memberikan kejutan untuknya. Tapi, sehari sebelum keberangkatanku Ayah mengalami kecelakaan dan harus di rawat di rumah sakit. Alhasil aku membatalkan keberangkatanku ke surabaya.
Seminggu sudah Ayah di rawat. Kini, Ayah sudah diperbolehkan pulang. Aku senang sekali. Setibanya di rumah, Rakha menghubungiku. Dia menanyakan keadaan Ayah.
"Syukurlah aku ikut senang."ucapnya "Num," panggilnya pelan.
"iya"
"Aku di jodohin sama Pak kiyai." Jleb. Jantungku terasa berdetak lebih cepat. Mataku memanas. Hatiku sakit seperti tertusuk pisau. Bagaimana mungkin hubungan yang sudah aku jalani dengannya selama dua tahun walau tanpa ikatan pacaran harus berakhir begitu saja. Kenapa dia tak menerangkan kepada Kiyainya itu kalau ada aku disini yang menantinya. Ada aku disini yang telah diberi harapan olehnya. Kenapa semua ini terjadi? kenapa harus terjadi di saat-saat waktu penantian itu akan berakhir. Inikah balasan penantianku? Air mataku mengalir deras. Aku hanya diam mengabaikan penjelasannya. Pikiranku kacau. Dadaku terasa sesak.
"Num, maafkan aku. Aku gak bisa menolak permintaan Pak Kiyai," tuturnya. "Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, aku ingin kamu jadi istiriku tapi Allah telah memilihkan jalannya untukku." ujarnya terus "Aku yakin Tuhan punya sesuatu yang indah untukmu."
Ya Tuhan apakah ini keputusan akhirMu? Takdir yang kau tetapkan untukku? Rangkul aku Tuhan, bimbing jalanku. Aku yakin semua takdirMu baik untukku. Kuatkan aku Ya Rabb. Aku menangis mengadu kepada penulis skenario di kehidupanku. Setahun kemudian aku resmi lulus dari sekolahku dan resmi menyandang gelar Sarjana. Malam harinya, aku mendapatkan ucapan selamat dari Rakha melalui sms. Aku juga memberikan ucapan selamat kepadanya. Setelah kejadian waktu itu aku dan Rakha memutuskan untuk tetap bersahabat. Meskipun hatiku sakit namun aku mengerti bahwa apa yang kita inginkan tak selamanya akan terwujud. Jodoh, mati,rejeki semua sudah diatur dan telah tertulis dalam catatanNya.
Sabtu, 15 Februari 2014
Puisi untuk Ibu
Orang tua mana yg tidak bahagia dengan kelahiran buah hatinya,,
21 Mei 1995 dirumah sakit Harapan kita lahirlah seorang bayi perempuan bernama Rachel Adelia.
Sang ibu sangat bahagia dengan kelahiran anaknya "cantik ya pah anak kita"kata si ibu kepada suaminya,"iya mah".
Pengorbanan ibu pun terbalas sudah, 9bulan ia merawat dan menjaga sang anak agar selalu sehat dan kuat.
Namun kebahagian itu tak berlangsung lama..
saat sang anak berusia 1tahun 5bulan orangtuanya membawa ia berlibur kepuncak dan naasnya kendaraan yang mereka gunakan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan sang anak mengalami kebutaan.
"tapi anak saya dapat disembuhkan kan dok?"tanya sang ayah,
"bisa asalkan ada pendonor mata yang cocok dengan anak bapak"
sementara sang ibu hanya bisa menangis mendengar perkataan dokter.
***
15tahun kemudian..
Gadis itu tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar, sekarang ia duduk dikelas 1SMA Pelita Harum sekolah Luar Biasa.Meskipun matanya tidak bisa melihat ia tetap bersemangat untuk menuntut ilmu,alhasil ia terpilih menjadi juara umum dikelasnya ia juga mempunyai kelebihan lain yaitu membua puisi dan menulis cerpen.
"del, makan dulu yuk udah siang!!nanti kamu lanjutin lagi nulisnya"ajak ibu
"iya bu"ia pun menuruti perintah ibunya
Adel sangat menyayangi ibunya , baginya ibu adalah segala-galanya.ibunya selalu mensupport dia,membantu dia untuk mewujudkan cita-citanya sebagai seorang penulis,dan yang terpenting ibunya tak pernah malu mempunyai anak sepertinya.
Adel merupakan anak tungal karna saat ia berumur 5tahun ibunya mengalami keguguran karna penyakit kista yang dia alami yang mengharuskan dokter megangkat rahim sang ibu.
"ibu makasiih ya"ucap adel
"makasih untuk apa sayang?"tanya ibu
"makasih karna selama ini ibu udah menjaga,menyayangi,dan mencintai adel dengan sepenuh hati"ujar adel
"sama-sama sayang.. bukankah itu sudah menjadi tugas dan kewajiban seorang ibu"tutur ibu
"ia, pokonya ibu adalah ibu terhebat dan terdasyat didunia"kata adel seraya memeluk ibunya.
"hukk..hukk..huukk"ibu terbatuk..
"ibu gak papa kan?"tanya adel sambil melepaskan pelukannya.
"gapapa sayang,ibu ke kamar mandi dulu ya"
dikamar mandi ibu membersihkan mulutnya yang sudah penuh dengan darah.
Penyakit kista yang ibu alami semakin parah sehingga malam itu ayah langsung membawa ibu kerumah sakit..
"ayah ibu gak kenapa-kenapa kan?"tanyaku sambil menunggu didepan ruang ICU,"doakan saya ya sayang semoga ibu kamu tidak kenapa-kenapa,dokter sedang memeriksanya didalam"ujar ayah mencoba menenangkan.
"gimana dok keadaan istri saya?"tanya ayah panik
"ayo bapak ikut saya keruangan"ajak dokter
"baik dok"ayah menuruti, "adel kamu tunggu sebentar ya disini ayah mau bicara dengan dokter!!"perintah ayah.
"baik yah"
"keadaan istri bapak sudah tambah parah, usianya mungkin tinggal beberapa hari lagi. dia berpesan kalau nanti dia tidak bisa diselamatkan ia ingin mendonorkan matanya untuk adel"ujar dokter
"ya ALLAH"ayah menangis mendengarnya...
***
Jum'at 08 januari 2010
hari ini ibu akan dikebumikan, ditempat pemakaman adel tak henti-henti menangis.
setelah orang-orang sudah beranjak, adel dan ayahnya masih berada disana
"ibu adel sayang sama ibu,ibu jangan tinggalin adel"tangisnya,
"sudah sayang iklaskan kepergian ibu mu biarkan dia tenang disisinya"ayah menasehati...
"tapi yah"
"ayo kita pulang,kata dokter kamu harus banyak istirahat"ajak ayah
aku terus memandangi wajah ibu "ibu kamu cantik sekali"kataku,
aku menggoreskan tinta dibuku harianku...
Untuk ibu ku tercinta...
ibu...
kau bagaikan malaikat yang tuhan turunkan untukku..
kelembutan tanganmu memberiku kehangatan..
ketegaranmu bagaikan karang dilautan..
ibu..
senyummu membuat hatiku tenang..
ucapanmu selalu menyejukkan..
ibu..
ku ingin selalu dalam dekapanmu..
kau hilangkan segala ketakutan..
kau terangi setiap kehidupan..
ibu..
terimakasih atas segala waktu yg kau berikan..
atas segala rasa sayang yg kau curahkan..
dan atas pengorbanan yg kau lakukan..
ibu..
aku sungguh menyayangimu,,
hari ini , esok dan seterusnya..
sampai ajal memanggilku..
"ibu terimakasih, berkat ibu aku bisa melihat betapa cantiknya engkau,betapa indahnya mahluk ciptaan tuhan.ibu adel janji adel akan membuat ibu tersenyum bangga disana..semoga ibu tenang ya disurga"ucapku lirih..
"ThE End"
mav ya kalau jelek,,
mohon kritik n saran nya.
21 Mei 1995 dirumah sakit Harapan kita lahirlah seorang bayi perempuan bernama Rachel Adelia.
Sang ibu sangat bahagia dengan kelahiran anaknya "cantik ya pah anak kita"kata si ibu kepada suaminya,"iya mah".
Pengorbanan ibu pun terbalas sudah, 9bulan ia merawat dan menjaga sang anak agar selalu sehat dan kuat.
Namun kebahagian itu tak berlangsung lama..
saat sang anak berusia 1tahun 5bulan orangtuanya membawa ia berlibur kepuncak dan naasnya kendaraan yang mereka gunakan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan sang anak mengalami kebutaan.
"tapi anak saya dapat disembuhkan kan dok?"tanya sang ayah,
"bisa asalkan ada pendonor mata yang cocok dengan anak bapak"
sementara sang ibu hanya bisa menangis mendengar perkataan dokter.
***
15tahun kemudian..
Gadis itu tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar, sekarang ia duduk dikelas 1SMA Pelita Harum sekolah Luar Biasa.Meskipun matanya tidak bisa melihat ia tetap bersemangat untuk menuntut ilmu,alhasil ia terpilih menjadi juara umum dikelasnya ia juga mempunyai kelebihan lain yaitu membua puisi dan menulis cerpen.
"del, makan dulu yuk udah siang!!nanti kamu lanjutin lagi nulisnya"ajak ibu
"iya bu"ia pun menuruti perintah ibunya
Adel sangat menyayangi ibunya , baginya ibu adalah segala-galanya.ibunya selalu mensupport dia,membantu dia untuk mewujudkan cita-citanya sebagai seorang penulis,dan yang terpenting ibunya tak pernah malu mempunyai anak sepertinya.
Adel merupakan anak tungal karna saat ia berumur 5tahun ibunya mengalami keguguran karna penyakit kista yang dia alami yang mengharuskan dokter megangkat rahim sang ibu.
"ibu makasiih ya"ucap adel
"makasih untuk apa sayang?"tanya ibu
"makasih karna selama ini ibu udah menjaga,menyayangi,dan mencintai adel dengan sepenuh hati"ujar adel
"sama-sama sayang.. bukankah itu sudah menjadi tugas dan kewajiban seorang ibu"tutur ibu
"ia, pokonya ibu adalah ibu terhebat dan terdasyat didunia"kata adel seraya memeluk ibunya.
"hukk..hukk..huukk"ibu terbatuk..
"ibu gak papa kan?"tanya adel sambil melepaskan pelukannya.
"gapapa sayang,ibu ke kamar mandi dulu ya"
dikamar mandi ibu membersihkan mulutnya yang sudah penuh dengan darah.
Penyakit kista yang ibu alami semakin parah sehingga malam itu ayah langsung membawa ibu kerumah sakit..
"ayah ibu gak kenapa-kenapa kan?"tanyaku sambil menunggu didepan ruang ICU,"doakan saya ya sayang semoga ibu kamu tidak kenapa-kenapa,dokter sedang memeriksanya didalam"ujar ayah mencoba menenangkan.
"gimana dok keadaan istri saya?"tanya ayah panik
"ayo bapak ikut saya keruangan"ajak dokter
"baik dok"ayah menuruti, "adel kamu tunggu sebentar ya disini ayah mau bicara dengan dokter!!"perintah ayah.
"baik yah"
"keadaan istri bapak sudah tambah parah, usianya mungkin tinggal beberapa hari lagi. dia berpesan kalau nanti dia tidak bisa diselamatkan ia ingin mendonorkan matanya untuk adel"ujar dokter
"ya ALLAH"ayah menangis mendengarnya...
***
Jum'at 08 januari 2010
hari ini ibu akan dikebumikan, ditempat pemakaman adel tak henti-henti menangis.
setelah orang-orang sudah beranjak, adel dan ayahnya masih berada disana
"ibu adel sayang sama ibu,ibu jangan tinggalin adel"tangisnya,
"sudah sayang iklaskan kepergian ibu mu biarkan dia tenang disisinya"ayah menasehati...
"tapi yah"
"ayo kita pulang,kata dokter kamu harus banyak istirahat"ajak ayah
aku terus memandangi wajah ibu "ibu kamu cantik sekali"kataku,
aku menggoreskan tinta dibuku harianku...
Untuk ibu ku tercinta...
ibu...
kau bagaikan malaikat yang tuhan turunkan untukku..
kelembutan tanganmu memberiku kehangatan..
ketegaranmu bagaikan karang dilautan..
ibu..
senyummu membuat hatiku tenang..
ucapanmu selalu menyejukkan..
ibu..
ku ingin selalu dalam dekapanmu..
kau hilangkan segala ketakutan..
kau terangi setiap kehidupan..
ibu..
terimakasih atas segala waktu yg kau berikan..
atas segala rasa sayang yg kau curahkan..
dan atas pengorbanan yg kau lakukan..
ibu..
aku sungguh menyayangimu,,
hari ini , esok dan seterusnya..
sampai ajal memanggilku..
"ibu terimakasih, berkat ibu aku bisa melihat betapa cantiknya engkau,betapa indahnya mahluk ciptaan tuhan.ibu adel janji adel akan membuat ibu tersenyum bangga disana..semoga ibu tenang ya disurga"ucapku lirih..
"ThE End"
mav ya kalau jelek,,
mohon kritik n saran nya.
Langganan:
Komentar (Atom)