Banyak kita jumpai dan kita dengar para
remaja atau bahkan teman sejawat kita yang selalu merasa putus asa. Merasa
dunia ini tidak adil. Merasa dirinya tak berguna. Padahal setiap manusia
diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda satu dengan yang lain.
Misalnya; Si A dia sangat ahli dibidang komunikasi namun dia kurang ahli
dibidang masak memasak. Hadirlah Si B dia sangat ahli dibidang masak memasak
sampai akhirnya ia bercita-cita untuk membuat restoran sederhana tapi, dia agak
pendiam sehingga ia butuh orang yang pandai berkomunikasi untuk mengajarinya.
Ya, begitulah hidup. Saling melengkapi. Coba bayangkan jika semua orang
memiliki keahlian yang sama dan kekurangan yang sama?. Dunia ini tidak akan
terasa indah. Alasan mendasar yang membuat seseorang putus asa adalah kurangnya
rasa kepercayadirian. Merasa minder dan takut untuk mengembangkan potensi yang
ada dalam dirinya.
Kenapa rasa kepercayadirian itu begitu kurang? Kurangnya rasa kepercayadirian disebabkan oleh ketidak yakinan akan kemampuan yang kita miliki dalam diri kita. Kurangnya motivasi dalam diri sendiri. Motivasi dalam diri sendiri merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dan kesuksesan seseorang. Jika kita terbiasa memotivasi diri dengan hal-hal yang positif, otak dan tubuh kita juga akan melakukan hal yang positif. Dengan begitu kita juga akan mendapatkan hasil yang positif.
Selain itu, kita juga perlu berkomunikasi dengan orang lain. Berteman dengan banyak orang. Atau gabung dalam organisasi. Aktif dalam berorganisasi juga dapat meningkatkan rasa kepercayadirian seseorang. Membuat kita lebih pede berkomunikasi di depan umum. Selain itu dengan berorganisasi kita bisa dapat masukan dan dukungan dari teman-teman. Sehingga, rasa minder itu lama kelamaan akan berkurang.Jadi, gak usah takut atau cemas jika kita merasa kurang minder. Karena rasa minder itu dapat diatasi dengan rasa keyakinan dalam diri sendiri, bergabung dengan sebuah organisasi, dan selalu berfikir positif.
Jakarta, 11 Agustus 2014