Bicara tentang mimpi sama halnya bicara
tentang harapan. Ya, harapan. Semua orang di dunia ini tak ada satupun yang tak
pernah bermimpi, bercita-cita, dan berharap akan sesuatu. Tapi, tak jarang
orang yang mau memperjuangkan mimpinya, cita-citanya, dan harapannya. Mungkin
bagi sebagian orang mimpi adalah pemanis dan bunga tidur saja. Mereka terlalu
takut untuk mewujudkan dan memperjuangkan mimpinya. Padahal mimpi adalah the
power of life. Bagiku mimpi adalah kompas yang akan memanduku untuk mencapai
tujuan hidup. Dengan mimpi kita bebas berimajinasi, mengkhayal tentang masa
depan kita. Mimpi adalah penyemangat. Penguat saat kita lelah menjalani
kehidupan ini.
Awalnya aku memang seorang yang takut
untuk bermimpi. Takut apa yang aku inginkan dan aku impikan tak sesuai dengan
apa yang aku harapkan. Pernah terlintas dibenakku apakah pantas aku bermimpi?
Toh tanpa mimpi hidupku tetaplah seperti ini. Banyak juga orang yang
mengejekku. “Sudahlah jangan terlalu banyak bermimpi! Nanti kalau gak sesuai
kenyataan kamu sendiri yang akan sakit,” ucapnya sambil tertawa. Sempat aku
membenarkan ucapan itu dan berfikir kalau aku terlalu berharap akan mimpi yang
belum pasti terwujud. Namun, ternyata pemikiranku salah. Mimpi adalah sebuah
pilihan. Pilihan untuk tetap ditempat atau beranjak ke tempat yang lebih baik. Orang yang mempunyai mimpi besar sangat jauh berbeda dengan orang yang tak
mempunyai mimpi. Dengan adanya mimpi orang akan lebih bersemangat meraih
cita-citanya. Lebih kuat menjalani hidupnya. Lebih tegar saat dunia
menjatuhkannya. Mereka selalu percaya tak ada hal yang sia-sia. Bukankah Allah
sudah menjanjikan. Tak akan berubah nasib seseorang jika kita tak merubahnya.
Ya, begitu juga dengan mimpi. Mimpi adalah pilihan. Pilihan untuk tetap
bermimpi saja atau berjuang untuk mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan. Aku akan buktikan pada dunia bahwa mimpi bukan hanya sekedar angan-angan saja. Bukan harapan kosong belaka. Aku akan berjuang dan buktikan suatu saat nanti mimpiku akan menjadi kenyataan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar