(Gambar: google)
Yang fana adalah waktu
Kita abadi
------------------------------------------------------------------------------
Puisi sapardi diatas mengingatkanku tentang waktu, waktu yang bergulir begitu cepat tanpa kita sadari. Sadarkah bahwa bumi berputar semakin lambat? Waktu seminggu berlalu seperti sehari. Baru kemarin rasanya saya melihat euphoria mereka yang tengah menghabiskan malam pergantian tahun dengan tiupan terompet dan letupan kembang api. Namun kini, bulan maret pun akan segera beranjak meninggalkan kita. Apa hanya saya yang merasa demikian?
Sejatinya manusia hidup abadi. Kematian datang bukan untuk mengakhiri hidup kita melainkan sebagai jalan menuju kehidupan kita yang sebenarnya. Lantas, apa yang telah kita persiapkan untuk menyambutnya? Sudah cukupkah bekal yang kita bawa untuk menjawab setiap pertanyaan yang telah disiapkan?
Kematian adalah pengingat terbaik bagi manusia. Bagaimana tidak , orang yang terlihat sehat bisa tiba – tiba meninggal. Orang yang awalnya sehat bisa mendadak sakit. Orang yang tubuhnya kuat bisa saja sekejap melemah. Ya, itulah kematian tidak memandang umur, sehat atau tidak sehat, cantik atau tidak, kalau memang sudah saatnya maka ia akan datang.
Beberapa minggu lalu, saya mendapat kabar bahwa salah seorang teman di bangku SMA terkena penyakit yang cukup serius. Perempuan yang saya kenal ceria, sehat wal afiat tiba-tiba terbaring lemah di rumah. Langkah kakinya yang dulu gesit kini tak dapat di gerakan. Badan yang tadinya berisi mendadak kurus. Itulah takdir. Kita tidak akan tau kapan sakit itu akan menyerang kita. Sekalipun pola hidup sehat telah dijalankan jika memang Allah mentakdirkan kita untuk sakit lalu kita bisa apa?
Seringkali kita dibuat terlena oleh dunia, hingga akhirat pun terlupa. Padahal jelas hidup kita di dunia hanya persinggahan. Waktu 1000 tahun di dunia hanya bernilai 1 hari di akhirat. Kesibukkan terkadang begitu menyita perhatian kita. Bekerja dari pagi sampai malam kita korbankan demi mencukupi kehidupan kita. Untuk mencukupi kehidupan atau untuk menang gengsi? Entahlah hanya diri sendiri dan Tuhan yang tau. Begitulah dunia, jika kita tidak dapat mengendalikannya maka kita yang akan dikendalikan olehnya.
Banyaklah mengingat kematian
Sebab, waktu adalah fana.
Kita abadi bukan?




