Minggu, 19 Maret 2017

Kita Abadi



(Gambar: google)


Yang fana adalah waktu

Kita abadi

------------------------------------------------------------------------------
Puisi sapardi diatas mengingatkanku tentang waktu, waktu yang bergulir begitu cepat tanpa kita sadari. Sadarkah bahwa bumi berputar semakin lambat? Waktu seminggu berlalu seperti sehari. Baru kemarin rasanya saya melihat euphoria mereka yang tengah menghabiskan malam pergantian tahun dengan tiupan terompet dan letupan kembang api. Namun kini, bulan maret pun akan segera beranjak meninggalkan kita. Apa hanya saya yang merasa demikian?

Sejatinya manusia hidup abadi. Kematian datang bukan untuk mengakhiri hidup kita melainkan sebagai jalan menuju kehidupan kita yang sebenarnya. Lantas, apa yang telah kita persiapkan untuk menyambutnya? Sudah cukupkah bekal yang kita bawa untuk menjawab setiap pertanyaan yang telah disiapkan?

Kematian adalah pengingat terbaik bagi manusia. Bagaimana tidak , orang yang terlihat sehat bisa tiba – tiba meninggal. Orang yang awalnya sehat bisa mendadak sakit. Orang yang tubuhnya kuat bisa saja sekejap melemah. Ya, itulah kematian tidak memandang umur, sehat atau tidak sehat, cantik atau tidak, kalau memang sudah saatnya maka ia akan datang.

Beberapa minggu lalu, saya mendapat kabar bahwa salah seorang teman di bangku SMA terkena penyakit yang cukup serius. Perempuan yang saya kenal ceria, sehat wal afiat tiba-tiba terbaring lemah di rumah. Langkah kakinya yang dulu gesit kini tak dapat di gerakan. Badan yang tadinya berisi mendadak kurus. Itulah takdir. Kita tidak akan tau kapan sakit itu akan menyerang kita. Sekalipun pola hidup sehat telah dijalankan jika memang Allah mentakdirkan kita untuk sakit lalu kita bisa apa?

Seringkali kita dibuat terlena oleh dunia, hingga akhirat pun terlupa. Padahal jelas hidup kita di dunia hanya persinggahan. Waktu 1000 tahun di dunia hanya bernilai 1 hari di akhirat. Kesibukkan terkadang begitu menyita perhatian kita. Bekerja dari pagi sampai malam kita korbankan demi mencukupi kehidupan kita. Untuk mencukupi kehidupan atau untuk menang gengsi? Entahlah hanya diri sendiri dan Tuhan yang tau. Begitulah dunia, jika kita tidak dapat mengendalikannya maka kita yang akan dikendalikan olehnya.


Banyaklah mengingat kematian
Sebab, waktu adalah fana.
Kita abadi bukan?



Sabtu, 11 Maret 2017

Arti Sebuah Nama

Waktu kecil dulu, kita pasti sering mengajukan pertanyaan kepada orang tua kita atau orang dewasa lain yang kita temui. Mulai dari menanyakan nama benda, hewan, tumbuhan dan apapun yang kita lihat. Rasa ingin tau itu begitu besar sampai-sampai terkadang orang yang kita tanyakan malas untuk menjawabnya. Saya jadi teringat oleh pertanyaan saya waktu masih di bangku sekolah dasar.

Waktu itu saya melihat mobil ambulance terparkir di depan sekolah. Saya yang saat itu pertama kali melihat mobil ambulance, langsung fokus melihat detail mobil itu. Dari situ saya melihat tulisan di depan ambulance yang ditulis terbalik. Sontak saya pun langsung bertanya kepada Ayah yang kebetulan sedang mengantar saya ke sekolah. 
"Yah, kok tulisan di mobil ambulance itu terbalik sih?" tanya saya penasaran. 
"Tulisan di mobil ambulance memang sengaja dibuat terbalik agar jika dilihat dari kaca spion tulisannya dapat dibaca dengan mudah," jelas Ayah.
"Masa sih Yah?" Aku masih belum percaya
"Ayo sini kita buktikan kalau kamu masih belum percaya" ajak Ayah. Akhirnya Ayah mengajak saya untuk melihat ke kaca spion Ayah. Ternyata benar jika di lihat dari kaca spion maka tulisan ambulance yang tadi terbalik dapat dibaca jelas.

Dari situ saya mengerti bahwa pemberian nama pada suatu benda,  tumbuhan,  hewan bahkan manusia memiliki arti penting baik secara tersirat maupun tersurat.

Saat di bangku SMP kita juga pernah mempelajari tentang klasifikasi tumbuhan dan hewan. Bagaimana cara memberikan nama pada tumbuhan dan hewan,  apa arti nama yang diberikan, dan apa bahasa latinnya atau bahasa ilmiahnya yang sering kali membuat lidah terpeleset saat menyebutkannya. Seperti: Artocarpus heterophyllus (Nangka).  Nama nangka yang begitu mudah kita ucapkan mengapa harus memiliki nama ilmiah yang susah? Ternyata eh ternyata pemberian nama pada tumbuhan dan hewan bukan hanya asal-asalan semata.

Pemberian nama pada tumbuhan dan hewan dilihat dari jenis,  ciri, dan habitatnya.  Atau bisa juga  berdasarkan urutan taksonnya seperti kingdom,  divisi,  kelas,  ordo,  famili,  genus dan spesies. Sebuah nama adalah gambaran dari diri kita sehingga orang lain dengan mudah mengidentifikasinya.  Misalnya pada tumbuhan, saat kita menyebutkan padi pasti orang bisa langsung menembak dan menyebutkan ciri-ciri tumbuhan padi. Pun pada manusia, mengapa manusia harus memiliki nama karna manusia itu "unik" berbeda satu dengan yang lainnya bahkan anak yang terlahir kembar pun tidak akan sama.

Pemberian nama pada manusia juga didasarkan dari jenis kelamin misalnya untuk anak perempuan biasanya menggunakan nama-nama yang menunjukkan kelembutan, cantik, dan anggun seperti nama bunga (mawar, melati, anggrek dan lain-lain), atau nama ratu terkemuka (Balqis, Elizabeth dll). Sedangkan untuk nama anak laki-laki biasanya menggunakan nama yang gagah, keren dan kelakian bang7et misalnya (Guntur, Bagaskoro, Perkoso dll). Tapi, tak jarang juga ada anak laki-laki yang menggunakan nama anak perempuan seperti Nurul, Eka, Afriyana dll. 

Selain untuk mengidentifikasi,  nama juga merupakan doa dan harapan.  Setiap orang tua, keluarga bahkan kerabat pasti memiliki harapan untuk memberikan nama yang baik bagi anak-anaknya. Karna bisa jadi lewat nama tersebut doa dan harapan orang tua dapat tercapai. 







Rabu, 01 Maret 2017

Matematika itu menyenangkan


Hujan akhir-akhir ini senang bermain di langit Jakarta.  Dari intensitas kecil,  sedang  sampai besar.  Dari pagi,  siang,  sore hingga malam. Membuat saya terkadang malas beranjak dari tempat tidur. Seperti hari ini misalnya,  sampai jam tujuh pagi saya masih betah berbaring di tempat tidur, padahal jam sembilan nanti saya sudah harus sampai di tempat kerja.  Akhirnya pukul 08.00 saya segera bersiap-siap untuk bekerja.  

"Hujan bukan alasan untuk bermalas-malasan!" batin saya menyemangati diri.

Saya suka hujan.  Bau tanah basah sehabis hujan, butir air yang menempel di dedaunan setelah hujan dan semua hal mengenai hujan begitu menyenangkan bagi saya.  Setelah semua rapi, saya langsung bergegas pergi dengan payung ungu yang siap menemani saya menembus gerimis manis pagi ini. Sesampainya saya ditempat kerja,  saya langsung disambut oleh senyuman adik-adik kecil yang sudah semangat untuk menuntut ilmu.

"Hari ini kita belajar apa kak?" tanya Mawar bersemangat 

"Apa yaa?  Kalian maunya apa?" aku kembali bertanya.  

"Jangan matematika yaa ka please!" pinta Dino yang kini sudah duduk di kelas tiga sekolah dasar. 

"Memangnya kenapa dengan matematika?  Seru loh belajar matematika,  iyaa kan adik-adik?" 

"Tidaaaaaakkk!!!" jawab mereka

"Matematika itu susah ka aku gak suka," Dino kembali berkomentar

Hampir semua orang sepertinya sangat anti dengan pelajaran matematika.  Mereka selalu beranggapan bahwa matematika 'Momok' yang menakutkan sampai-sampai ada yang rela melanjutkan pendidikan ke jurusan yang tidak ada pelajaran matematikanya.  Namun,  bagi saya matematika itu menyenangkan.  Ada kepuasan tersendiri saat berhasil memecahkan soal matematika.  Meskipun awalnya bikin pusing tapi saat menemukan jawaban yang benar saya akan merasa sangat bahagia.  Seorang teman pernah bercerita kepada saya,  saat dia sedang pusing dia memilih untuk mengerjakan soal matematika hal itu sangat ampuh untuk menghilangkan kepusingannya.  

"Matematika itu gampang kok,  asalkan kita senantiasa berlatih dan fokus.  Oh ya kakak ada cerita nih mengenai matematika ada yang mau mendengarkan?" 

"Mau...mau...mau, " jawab mereka kompak 

"Oke.. Jadi,  dulu ada teman kakak yang benci banget sama pelajaran matematika sampai-sampai nilai matematikanya paling jelek di kelas, " saya mulai bercerita 

"Akhirnya wali kelas kakak memanggilnya ke kantor dan menanyakan perihal nilai ulangannya yang jelek. Kenapa nilai matematika kamu selalu jelek Frans?  Tanya wali kelas kakak.  Matematika itu susah Bu,  saya sudah coba mencari jawabannya tapi tidak pernah berhasil,"

"Bukan pelajarannya yang susah tapi,  kita saa yang selalu beranggapan bahwa pelajaran matematika itu susah.  Sehingga yang terekam dipikiran kita bahwa matematika itu susah, "

"Jadi,  mulai sekarang coba kamu ubah sudut pandangmu tentang matematika.  Kamu anggap saja bahwa matematika itu menyenangkan.  Sambil kamu terus berlatih mengerjakan soal.  Sebab,  matematika itu perlu banyak latihan.  Seperti halnya seorang pembalap,  agar jadi pembalap yang profesional mereka juga senantiasa berlatih bukan?" Ibu wali kelas saya mencoba menyarankan.

"Terus akhirnya gimana kak?" tanya Frans penasaran. 

"Akhirnya teman kakak menuruti perkataan wali kelas kakak.  Dia mulai berusaha menyukai matematika dan tekun belajar.  Alhasil saat ujian dia mendapatkan nilai tertinggi di kelas," lanjut saya 

"Waaaah keren yaaa temen kakak!  Aku jadi mau kayak temen kakak,  berarti aku harus menyukai matematika ya ka?" tanya Dino

"Iya kalian harus menyukai semua mata pelajaran agar kalian lebih mudah mempelajarinya," saya menjelaskan. 

"jadi gimana,  sudah siap belajar matematika hari ini?" tanya saya

"Siaaaaaappp kakak!" jawab mereka bersemangat

Kita memang tidak bisa memaksa anak - anak untuk menyukai apa yang dia tidak suka karna manusia itu unik dan punya kelebihan masing-masing.  Namun,  tak ada salahnya jika kita memberi mereka pemahaman untuk selalu berpikir positif dalam segala hal.  Salah satunya berpikir positif bahwa pelajaran matematika itu menyenangkan.