Kita tak pernah tau akan jadi apa kita dikemudian hari. Berada dimana kita nanti. Dan dengan siapa kita akan bertemu. Sama halnya saya. Saya tak pernah menyangka bisa berada disini. Di tengah wanita-wanita hebat seperti mereka. Ya hebat! Mereka yang dengan mudah menjaga pandangan dan dirinya dari apa yang tidak dihalalkan baginya. Mereka yang dengan indah melantunkan ayat-ayatNya. Mereka yang selalu menjaga hubungannya dengan semesta dan penciptaNya. Saat pertama kali melihat mereka jiwa ini terasa tentram. Pakaian ketaqwaan yang begitu santun dan sederhana telah berhasil menyedot perhatiaan saya.
"Kamu gak gerah apa pake jilbab sepanjang itu?" Tanya saya pada salah seorang teman yang sudah terlebih dahulu berjilbab syar'i. Dia juga yang sudah membantu saya memperbaiki diri hingga kini.
"Lebih baik panas di dunia daripada harus merasakan panasnya api neraka," jawaban yang membuat bulu kuduk saya seketika berdiri.
Awal saya berjilbab yaitu saat saya duduk di kelas 2 SMK. Saat SMK dulu hampir teman sekelas saya mengenakan jilbab. Saya sangat senang sekali melihat mereka yang tubuhnya berbalut jilbab. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk berjilbab. Jilbab yang saya kenakan dulu belum sepanjang sekarang tapi saya tetap konsisten untuk memakainya baik di rumah maupun di luar rumah. Hari-hari panjang telah saya lewati, kekecewaan dan penyesalan akan masa lalu berhasil membuat saya sadar bahwa tiada sandaran selain Allah. Saya merasa malu sama Allah, karna begitu banyak dosa yang saya perbuat tapi, Allah begitu baik kepada saya. Dari sanalah saya meyakinkan hati untuk lebih dekat denganNya, berusaha menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Meski terkadang godaan terus menghampiri, cercaan dan cibiran menyelimuti.
Awal saya berjilbab yaitu saat saya duduk di kelas 2 SMK. Saat SMK dulu hampir teman sekelas saya mengenakan jilbab. Saya sangat senang sekali melihat mereka yang tubuhnya berbalut jilbab. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk berjilbab. Jilbab yang saya kenakan dulu belum sepanjang sekarang tapi saya tetap konsisten untuk memakainya baik di rumah maupun di luar rumah. Hari-hari panjang telah saya lewati, kekecewaan dan penyesalan akan masa lalu berhasil membuat saya sadar bahwa tiada sandaran selain Allah. Saya merasa malu sama Allah, karna begitu banyak dosa yang saya perbuat tapi, Allah begitu baik kepada saya. Dari sanalah saya meyakinkan hati untuk lebih dekat denganNya, berusaha menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Meski terkadang godaan terus menghampiri, cercaan dan cibiran menyelimuti.
"Namanya juga hidup, ada aja orang yang mengomentari sekalipun kita sudah berbuat baik," pikirku
Hidup untuk yang Maha hidup tak peduli apa komentar orang terhadapmu. Bukankah penilaian Allah lebih penting daripada penilaian manusia?
Let's walk together to jannah.
Let's walk together to jannah.
Allah memang Maha Baik. Ia memperkenalkan saya dengan orang-orang yang memiliki satu misi dan visi dengan saya yaitu sama-sama ingin 'berubah' ke jalan yang Allah ridhoi. Kita sama-sama belajar, saling ingat mengingatkan dalam kebaikan dan menasehati dengan kesabaran. MasyaAllah saya jadi tambah malu sama Allah dengan begitu banyaknya karunia yang diberikan.
"Rejeki tidak melulu tentang uang, dipertemukan dengan sahabat-sahabat sholiha juga merupakan rejeki karna bisa jadi tangan merekalah yang akan menarik kita ke surgaNya kelak," ujar salah seorang sahabat saya.
Jika kamu ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik maka langkah awal yang harus kamu tempuh adalah memilih teman yang baik.
Seperti pepatah bilang 'jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan terkena wanginya, pun jika kita berteman dengan tukang pemanas besi maka kita akan terkena panasnya.'
Berteman memang boleh dengan siapa saja tapi pandai - pandailah dalam memilih sahabat. Carilah sahabat yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan.
Jika kamu ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik maka langkah awal yang harus kamu tempuh adalah memilih teman yang baik.
Seperti pepatah bilang 'jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan terkena wanginya, pun jika kita berteman dengan tukang pemanas besi maka kita akan terkena panasnya.'
Berteman memang boleh dengan siapa saja tapi pandai - pandailah dalam memilih sahabat. Carilah sahabat yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan.


Aamiin....
BalasHapusBeruntung jika memiliki sahabat - sahabat seperti itu, yang kita bisa bersama nya di dunia dan Insya Allah bisa bersamanya juga di Surga kelak.. Amin
BalasHapusthats right. lingkungan yang baik selalu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
BalasHapus