Saat senja menggulum senyumku menjadi haru
Debur ombak seakan menghempas suaramu
Tangisku pecah, kau berlalu
Tak menggubris semua inginku
Membiarkan semua melesat bersama anganmu yang baru
Seketika duniaku gelap
Hanya hitam yang terlihat
Hanya kesunyiaan yang kurasa
Meski diantara keramaian mobil yang berlalu lalang
Gila! Mungkin begitu pikir kalian
Melihatku merajuk
Seperti anak kecil yang kehilangan mainan
Aku menangis, mengutuk, dan memaki
Setiap nasihat yang mereka berikan
Bagai angin yang berhembus
Hingga akhirnya cahaya itu datang
Menembus sisi gelap hatiku
Mengisi kekosongan jiwaku
DIA memelukku
Mengangkat semua sedihku
Menghapus semua benciku
Sejak saat itu,
Saat aku tak bisa lagi berkata apapun selain ucapan syukur
Saat tangisku pecah dalam sujud malamku
Saat mata, hati, dan pikiranku terbuka
Aku tersadar bahwa masih ada engkau yang begitu menyayangiku
Yang tak pernah peduli betapa hinanya aku


