Minggu, 28 Mei 2017

Sejak Saat Itu


Sejak saat itu ~
Saat senja menggulum senyumku menjadi haru
Debur ombak seakan menghempas suaramu
Tangisku pecah, kau berlalu
Tak menggubris semua inginku
Membiarkan semua melesat bersama anganmu yang baru

Seketika duniaku gelap
Hanya hitam yang terlihat
Hanya kesunyiaan yang kurasa
Meski diantara keramaian mobil yang berlalu lalang

Gila! Mungkin begitu pikir kalian
Melihatku merajuk
Seperti anak kecil yang kehilangan mainan
Aku menangis, mengutuk, dan memaki
Setiap nasihat yang mereka berikan
Bagai angin yang berhembus

Hingga akhirnya cahaya itu datang
Menembus sisi gelap hatiku
Mengisi kekosongan jiwaku
DIA memelukku
Mengangkat semua sedihku
Menghapus semua benciku

Sejak saat itu,
Saat aku tak bisa lagi berkata apapun selain ucapan syukur
Saat tangisku pecah dalam sujud malamku
Saat mata, hati, dan pikiranku terbuka
Aku tersadar bahwa masih ada engkau yang begitu menyayangiku
Yang tak pernah peduli betapa hinanya aku



Minggu, 07 Mei 2017

Sajak Rindu



Ia menyendiri di sudut ruang itu. Membiarkan waktu mengurungnya dalam syahdu. Dalam doa yang terus ia rapalkan, lewat alunan ayat-ayat Al Qur'an yang indah, bersama sajadah yang membentang. Hening, suaranya halus melebur bersama angin namun cukup kencang terdengar di langit. Rasa itu kembali datang, menjelma bersama angin, hujan, senja dan apapun yang ia suka. Kian lama kian membuncam, membuat pertahanannya hampir runtuh. Namun, sedetik kemudian ia kembali tersadar bahwa hanya Tuhanlah yang mampu mendamaikan perasaannya. Ia bersimpuh, mengadu sejadi-jadinya, menceritakan semua kerinduannya. Sebuah doa yang tak pernah putus ia panjatkan untuk pertemuan yang sangat sakral. Pertemuan dua insan yang dilanda rindu dalam balutan doa-doa panjang. Bukankah obat dari rindu adalah pertemuan? Jika benar, semoga rindumu dan rindunya saling bersua di hari yang bahagia. Bersama merayakan kerinduan dalam keridhoanNya.