Jumat, 13 Juni 2014

Dibawah langit

                     Masih ingatkah kalian? Dibawah langit malam, disaksikan jutaan bintang. Kita ungkapkan semua harap, mimpi, dan cita yang melebur dalam doa. Dibawah temarang bulan kita tatap langit malam dengan penuh suka cita, dengan cinta di dada.
                     Masih ingatkah kalian kalimat ajaib yang pernah kita lantunkan malam itu? Dengan penuh harap dengan semangat yang meluap. Semoga kalian masih mengingatnya seperti aku yang tak pernah melupakannya. Ijinkan aku mengutip aksara-aksara kata yang tersusun indah menjadi kalimat ajaib itu.
“Kita adalah lima peri kecil yang lahir dari rahim yang berbeda, dengan karakter yang tak sama, dan dengan sejuta mimpi yang kan mewarnai dunia. Bersama kita kepakkan sayap. Menari indah di langit fatamorgana. Melukis cerita di balik kemegahan cakrawala. Kita percaya kelak, kita akan mengubah dunia. Dengan bias-bias cinta, dengan mimpi-mimpi besar kita.”
Kalimat ajaib ini sudah menjadi dopping bagiku. Memberikan semangat disetiap langkahku.
                         Masih ingatkah kalian saat pertama kali kita bertemu? Dengan pita-pita merah yang terlekuk indah dikepala, dengan senyum malu yang menyungging di bibir kita. Kita saling menyapa, saling menyebutkan nama.Hingga akhirnya kita bisa saling mengenal sampai saat ini, dan ku harap bisa abadi sampai selamanya.
                   
                           Masih ingatkah kalian saat tiba-tiba aku mulai sibuk dengan aktifitas lainku dan menjauhi kalian? Dengan sabar dan halus kalian mengajakku bicara. Kalian bahkan meminta maaf untuk kesalahan yang tak pernah kalian buat. Dari sanalah aku mengerti bahwa kalian lebih dari seorang teman.
Sahabat, terimakasih atas segala waktu berharga yang pernah kita lalui bersama baik saat suka maupun duka. Terimakasih atas semua pelajaran yang pernah kau ajarkan kepadaku. Tentang arti kehidupan, tentang cinta, tentang manisnya berbagi dan indahnya kebersamaan. Bagiku kalian bukan hanya seorang sahabat. Kalian adalah keluarga baruku, tempatku titipkan mimpi-mimpiku. Kalian adalah guru, yang banyak mengajarkanku pelajaran-pelajaran baru yang tak bisa ku dapat di sekolah. Aku selalu berharap semoga Tuhan selalu mempersatukan kita di dunia maupun di akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar