Hujan akhir-akhir ini senang bermain di langit Jakarta. Dari intensitas kecil, sedang sampai besar. Dari pagi, siang, sore hingga malam. Membuat saya terkadang malas beranjak dari tempat tidur. Seperti hari ini misalnya, sampai jam tujuh pagi saya masih betah berbaring di tempat tidur, padahal jam sembilan nanti saya sudah harus sampai di tempat kerja. Akhirnya pukul 08.00 saya segera bersiap-siap untuk bekerja.
"Hujan bukan alasan untuk bermalas-malasan!" batin saya menyemangati diri.
Saya suka hujan. Bau tanah basah sehabis hujan, butir air yang menempel di dedaunan setelah hujan dan semua hal mengenai hujan begitu menyenangkan bagi saya. Setelah semua rapi, saya langsung bergegas pergi dengan payung ungu yang siap menemani saya menembus gerimis manis pagi ini. Sesampainya saya ditempat kerja, saya langsung disambut oleh senyuman adik-adik kecil yang sudah semangat untuk menuntut ilmu.
"Hari ini kita belajar apa kak?" tanya Mawar bersemangat
"Apa yaa? Kalian maunya apa?" aku kembali bertanya.
"Jangan matematika yaa ka please!" pinta Dino yang kini sudah duduk di kelas tiga sekolah dasar.
"Memangnya kenapa dengan matematika? Seru loh belajar matematika, iyaa kan adik-adik?"
"Tidaaaaaakkk!!!" jawab mereka
"Matematika itu susah ka aku gak suka," Dino kembali berkomentar
Hampir semua orang sepertinya sangat anti dengan pelajaran matematika. Mereka selalu beranggapan bahwa matematika 'Momok' yang menakutkan sampai-sampai ada yang rela melanjutkan pendidikan ke jurusan yang tidak ada pelajaran matematikanya. Namun, bagi saya matematika itu menyenangkan. Ada kepuasan tersendiri saat berhasil memecahkan soal matematika. Meskipun awalnya bikin pusing tapi saat menemukan jawaban yang benar saya akan merasa sangat bahagia. Seorang teman pernah bercerita kepada saya, saat dia sedang pusing dia memilih untuk mengerjakan soal matematika hal itu sangat ampuh untuk menghilangkan kepusingannya.
"Matematika itu gampang kok, asalkan kita senantiasa berlatih dan fokus. Oh ya kakak ada cerita nih mengenai matematika ada yang mau mendengarkan?"
"Mau...mau...mau, " jawab mereka kompak
"Oke.. Jadi, dulu ada teman kakak yang benci banget sama pelajaran matematika sampai-sampai nilai matematikanya paling jelek di kelas, " saya mulai bercerita
"Akhirnya wali kelas kakak memanggilnya ke kantor dan menanyakan perihal nilai ulangannya yang jelek. Kenapa nilai matematika kamu selalu jelek Frans? Tanya wali kelas kakak. Matematika itu susah Bu, saya sudah coba mencari jawabannya tapi tidak pernah berhasil,"
"Bukan pelajarannya yang susah tapi, kita saa yang selalu beranggapan bahwa pelajaran matematika itu susah. Sehingga yang terekam dipikiran kita bahwa matematika itu susah, "
"Jadi, mulai sekarang coba kamu ubah sudut pandangmu tentang matematika. Kamu anggap saja bahwa matematika itu menyenangkan. Sambil kamu terus berlatih mengerjakan soal. Sebab, matematika itu perlu banyak latihan. Seperti halnya seorang pembalap, agar jadi pembalap yang profesional mereka juga senantiasa berlatih bukan?" Ibu wali kelas saya mencoba menyarankan.
"Terus akhirnya gimana kak?" tanya Frans penasaran.
"Akhirnya teman kakak menuruti perkataan wali kelas kakak. Dia mulai berusaha menyukai matematika dan tekun belajar. Alhasil saat ujian dia mendapatkan nilai tertinggi di kelas," lanjut saya
"Waaaah keren yaaa temen kakak! Aku jadi mau kayak temen kakak, berarti aku harus menyukai matematika ya ka?" tanya Dino
"Iya kalian harus menyukai semua mata pelajaran agar kalian lebih mudah mempelajarinya," saya menjelaskan.
"jadi gimana, sudah siap belajar matematika hari ini?" tanya saya
"Siaaaaaappp kakak!" jawab mereka bersemangat
Kita memang tidak bisa memaksa anak - anak untuk menyukai apa yang dia tidak suka karna manusia itu unik dan punya kelebihan masing-masing. Namun, tak ada salahnya jika kita memberi mereka pemahaman untuk selalu berpikir positif dalam segala hal. Salah satunya berpikir positif bahwa pelajaran matematika itu menyenangkan.